Orang Kaya Punya Saham : Rahasia Membangun Kekayaan
Orang Kaya Punya Saham : Rahasia Membangun Kekayaan
Rahasia Membangun Kekayaan
Ada sebuah filosofi menarik dalam membangun kekayaan :
Orang miskin bekerja untuk uang. Orang kaya berusaha memiliki aset yang menghasilkan uang.
Salah satu aset yang dimiliki banyak orang kaya adalah saham perusahaan.
1. Mengapa orang kaya memiliki saham ?
Karena saham merupakan bukti kepemilikan sebagian perusahaan.
Ketika seseorang membeli saham :
- Ia menjadi pemilik sebagian kecil perusahaan.
- Berpotensi mendapatkan dividen.
- Berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham.
- Ikut menikmati pertumbuhan nilai bisnis perusahaan.
2. Contoh orang kaya dan kepemilikan saham
| Tokoh | |
|---|---|
| Perusahaan | |
| Warren Buffett | Berkshire Hathaway |
| Elon Musk | Tesla |
| Mark Zuckerberg | Meta |
| Jeff Bezos | Amazon |
| Bill Gates | Microsoft (kepemilikan historis) |
3. Filosofi menjadi pemilik perusahaan
Bayangkan kamu memiliki saham perusahaan berikut :
- SIDO - Sido Muncul = Industri kesehatan dan herbal (Pemilik)
- KLBF - Kalbe Farma = Industri farmasi dan kesehatan (Pemilik)
- ICBP - Indofood CBP = Industri makanan dan minuman (Pemilik)
Walaupun hanya memiliki beberapa lot, kamu sudah memiliki sebagian kecil dari perusahaan tersebut.
4. Perbedaan pola pikir
Pola pikir | Tujuan |
|---|---|
Konsumen | Membeli produk |
Pekerja | Mendapatkan gaji |
Pedagang | Mendapatkan keuntungan |
Investor | Memiliki aset |
Pemilik bisnis | Membangun perusahaan |
Bukan berarti menjadi pekerja itu buruk. Justru gaji dari pekerjaan bisa menjadi modal untuk membeli aset.
5. Filosofi kekayaan jangka panjang
Ada tiga hal yang perlu dibangun :
- Income: memiliki penghasilan aktif.
- Ownership: mengumpulkan kepemilikan perusahaan melalui saham.
- Compounding: membiarkan aset berkembang dalam jangka panjang.
Prinsipnya :
Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang bekerja di perusahaan besar. Bercita-citalah menjadi salah satu pemilik perusahaan besar.
Dan tetap utamakan perusahaan yang bisnisnya sehat, valuasinya masuk akal, serta memenuhi prinsip syariah.
Gaji membiayai kehidupan. Aset berpotensi membangun kekayaan.
